SDK SANG TIMUR - BATU

SDK SANG TIMUR - BATU

KASIH - CERDAS - TRANSFORMATIF - PEDULI - PEMBELAJAR PANCASILA
Terakreditasi A
BERITA

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) GAYA HIDUP BERKELANJUTAN DAN BHINEKA TUNGGAL IKA

27/Apr/2024
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) GAYA HIDUP BERKELANJUTAN DAN BHINEKA TUNGGAL IKAHallo sobat SangTiba,

Dalam kurikulum merdeka terdapat salah satu program yang harus dilaksanakan oleh seluruh jenjang sekolah dasar maupun menengah yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan P5 ini dapat dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam 1 tahun yaitu di akhir semester 1 dan di akhir semester 2 yang sering disebut dengan panen karya atau puncak karya. P5 ini merupakan system pembelajaran yang bertujuan untuk mengamati dan menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar melalui 5 aspek utama yang meliputi potensi diri, peningkatan diri, pemahaman diri, dan peran sosial. Dalam hal ini terdapat beberapa tema yang diangkat oleh Kemendikbudristek dalam penerapan P5 di sekolah yaitu Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Kewirausahaan, Bhineka Tunggal Ika, Rekayasa dan Teknologi, serta Bangunlah Jiwa dan Raga. Salah satu langkah untuk mewujudkan P5 yaitu dengan melakukan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar pancasila khususnya terhadap anak-anak usia sekolah dasar.

Tahun Pelajaran 2023/2024, SDK Sang Timur Batu memilih tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” dan “Bhineka Tunggal Ika.” Di semester satu sudah dilaksanakan tema Gaya Hidup Berkelanjutan dengan subtema yaitu:

· Kelas 1 (Sehat Makananku Sehat Tubuhku) yang mengusung tentang makanan gizi seimbang. Dalam hal ini anak-anak diajak untuk mengenal berbagai macam sayuran, buah-buahan, lauk pauk dan juga cara mengolah bahan-bahan tersebut menjadi hidangan yang lezat.

· Kelas 2 (Aku Dan Tanamanku) yang mengusung tentang Urban Farming dan membahas serta memberikan wawasan kepada anak-anak bahwa dengan lahan yang sempit, kita semua masih bisa menghijaukan bumi dengan menanam di pot maupun polybag. Dalam hal ini anak-anak diajak untuk menanam benih sawi dan juga cabai di polybag lalu sebagian di bawa pulang dan sebagian lagi diletakkan di depan kelas untuk di siram dan di beri pupuk serta dilihat perkembangan tanamannya. Setelah panen, sawi dimasak dan dimakan bersama-sama.

· Kelas 4 (Harmoni Sampah) yang mengusung tentang cara mendaur ulang sampah yang sulit terurai sehingga dapat mengurangi polusi dan tumpukan sampah khususnya di Kota Batu. Dalam hal ini anak-anak diajak berkunjung ke Kampung Sakura di Kota Batu yang terkenal sebagai tempat daur ulang sampah terbaik dengan nuansa perkampungan seperti di Jepang. Anak-anak diajarkan untuk memilah sampah sesuai jenisnya dan juga mengolah sampah menjadi barang yang memiliki nilai jual, bahkan barang yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari misalnya pembuatan eco break dari botol-botol bekas dan juga bungkus-bungkus snack, membuat hiasan dinding dari tutup botol, membuat tempat pencil, dll. Selain itu anak-anak juga diajarkan untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dengan melakukan hal-hal kecil seperti membuang sampah di tempatnya dan sesuai jenisnya sehingga kegiatan ini berdampak kepada kehidupan sehari-hari anak-anak.

· Kelas 5 (Konservasi Air Dan Energi), yang mengusung tentang cara mengelola sumber daya alam yaitu air tanpa merusak alam, menghemat energy, dan cara menghasilkan energy dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar kita. Dalam hal ini anak-anak diajak untuk membuat alat kincir air sederhana yang dapat menghasilkan energy listrik yang dibuktikan dengan lampu yang dapat menyala. Selain itu anak-anak juga diajak untuk membuat alat untuk menyaring air yang keruh menjadi air yang bening. Anak-anak juga diajarkan untuk membuat maket/miniature rumah serta jalan raya yang diberi energy listrik melalui panel tenaga surya. Diharapkan dengan kegiatan ini anak-anak dapat menerapkan pula dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kreativitasnya dalam menghasilkan energy dan juga mengelola sumber air dengan alat-alat sederhana yang ada di lingkungan sekitar.

Di semester dua sudah dilaksanakan tema Bhineka Tunggal Ika dengan Subtema yaitu:

· Kelas 1 (Keragaman Agama), yang mengusung tentang keberagaman agama yang ada di Indonesia. Dalam hal ini anak-anak diajak untuk ke tempat-tempat ibadah agar mereka bisa mengenal dan memahami masing-masing agama yang ada di Indonesia. Anak-anak juga diajarkan menyanyikan lagu “Teman Mari Kita Terbuka” dengan menggunakan berbagai macam baju sesuai dengan 6 agama yang ada di Indonesia saat di alun-alun dan selama pawai.

· Kelas 2 (Alat Musik Tradisional Indonesia), yang mengusung tentang salah satu alat music tradisional Indonesia yaitu kentongan. Dalam hal ini anak-anak diperkenalkan dengan alat music kentongan yang mungkin anak-anak zaman sekarang tidak mengerti. Anak-anak diajarkan untuk menyanyikan dan menarikan lagu daerah dengan iringan musik kentongan yang dimainkan oleh anak laki-laki saat di alun-alun dan selama pawai.

· Kelas 4 (Kesenian Tradisional Indonesia), yang mengusung tentang beberapa tarian tradisional di Indonesia. Dalam hal ini anak-anak di bagi menjadi 6 kelompok yang menarikan Tari Piring (Sumatera Barat), Tari Jaranan (Jawa Timur), Tari Gantar (Kalimantan Timur), Tari Nelayan (Bali), Tari Allo Maelo (Toraja), dan Tari Sajojo (Papua). Anak-anak dikenalkan dan diajari menari tarian tradisional di atas kemudian ditampilkan saat di alun-alun dan selama pawai mengikuti musik pengiring.

· Kelas 5 (Rumah dan Pakaian Adat Indonesia), yang mengusung tentang rumah adat dan pakaian adat beberapa daerah di Indonesia. Dalam hal ini anak-anak di bagi menjadi 6 kelompok dan diajak untuk membuat miniatur Rumah Gadang (Sumatera Barat), Pendopo Joglo (Jawa Timur), Rumah Lamin (Kalimantan Timur), Pura (Bali), Rumah Tongkonan (Toraja), dan Rumah Honai (Papua). Anak-anak membopong rumah adat dengan menggun
akan baju adat sesuai dengan daerah asal rumah adat dan menari mengikuti musik saat di alun-alun dan selama pawai.

Tema Bhineka Tunggak Ika ini dipilih karena saat ini kemajuan teknologi mulai mempengaruhi keseharian dan kebiasaan anak-anak khususnya di lingkungan SDK Sang Timur Batu. Selain itu kebudayaan di setiap daerah juga sudah mulai luntur dengan masuknya budaya asing yang pastinya mempengaruhi keseharian anak-anak, khususnya anak sekolah dasar.

Dalam tema Bhineka Tunggal Ika ini, SDK Sang Timur Batu membungkus semua subtema di atas menjadi satu tema besar yaitu “Kirab Budaya SangTiBa di Bumi Pertiwi” dengan melaksanakan kegiatan pawai yang dilakukan dari alun-alun kota Batu hingga sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar seluruh peserta didik tidak melupakan budaya Indonesia dan mulai mengenal, memahami, menghargai, serta melestarikan bu
daya Indonesia kembali. Dalam hal ini kami berharap agar anak-anak merasa bangga menjadi Warga Negara Indonesia yang memiliki keragaman agama, budaya, dan suku serta mengajak masyarakat sekitar untuk kembali melihat betapa kayanya Indonesia akan keanekaragaman agama, budaya, dan suku. Selain itu pawai yang dilakukan oleh seluruh keluarga besar SDK Sang Timur Batu ini juga bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat sekitar bahwa berbeda itu indah.

Dengan demikian, sekolah dapat memberikan pembelajaran yang lebih efektif, relevan, dan berdaya guna baik bagi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekitar.

 
 kembali